Mimpi Menghubungkan Indonesia Dengan Kabel Laut

Indonesia yang berbentuk kepulauan bisa menjadi keuntungan maupun kerugian tergantung dari sudut pandangnya. Dari sisi sumber energi, beragam jenis yang tersedia dengan lokasi yang beragam pula. Sehingga diperlukan perhitungan dan perencanaan yang matang dalam pemanfaatannya untuk kebutuhan listrik dan bentuk energi lainnya skala nasional.

Dari sisi ketenagalistrikan, sudah lama ide pembentukan Indonesia Super Grid mengemuka. Opsi yang tersedia adalah kabel laut ataupun transmisi udara seperti yang direncanakan di selat Bali. Di selat Bali sendiri sudah lama tergelar kabel laut tipe minyak yang menyuplai daya dari Jawa Timur ke pulau Bali.

Mimpi untuk menghubungkan seluruh kepulauan Nusantara dengan kabel laut atau opsi lainnya dipandang menjadi tantangan bagi insinyur Indonesia. Dibutuhkan kerjasama beragam keilmuan. Mulai dari teknik elektro, instrumentasi, mekanikal, sipil, geologi, kelautan, lingkungan hidup sampai sosial dan ekonomi.

Mayoritas kabel laut yang tergelar sampai saat ini beroperasi pada level tegangan 20kV. Sedangkan untuk kabel laut di selat Bali beroperasi pada tegangan 150 kV, Di sisi lain, program Indonesia Super Grid (ISG) dapat meningkatkan kehandalan sistem kelistrikan nasional dan mendorong kontribusi sumber energi terbarukan untuk masuk ke sistem nasional. Selain memicu pengembangan dan penguasaan teknologi kabel laut dan perangkat penunjangnya yang secara pararel memaksa pelaku industri lokal untuk meningkat kapasitas teknologi mereka.

Jika sudah ada permintaan produk kabel laut dalam jumlah yang besar, tentu pabrikan akan berlomba-lomba mempersiapkan fasilitas produksi yang sesuai. Selama perhitungannya masuk tentunya.

Pernah mendengan Asian Super Grid? Ide ini dilontarkan oleh Masayoshi Son, pendiri Softbank Group Jepang. Sudah ada 4 negara yang bergabung, Jepang, CIna, Korea Selatan dan Rusia, Tentu diantara ASG dan ISG ada Asean Super Grid. Akan menarik untuk diikuti jika inisiatif ini sudah berjalan.

Teman-teman Telekomunikasi sudah mempunya Palapa Ring setelah satelit Palapa untuk mempersatukan Nusantara. Tentu masyarakat ketenagalistrikan tidak mau kalah dalam mewujudkan ISG ini. Apapun sebutannya kelak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *